0

Posted by Unknown | Posted in

Kau dengar ceracau pucukpucuk hijau
Kicau burung bangau
Harimau bersenda gurau

Katak berteriak
Anjinganjing menyalak
Rumput meringis terinjak

Jangkrik ngerik bergidik mendelik
Terusik kakikaki berisik
Desau senapan angin merobek pulau
Mereka galau
Merintih dengan suara sengau

Panas membara bakar milyaran jiwa
Gletser berubah wujud tenggelamkan nyawa
Pinguin berduka kehilangan suaka
Dunia tak lagi bernyawa

Aku rindu pulau hijau itu
Tapi kini memerah parah
Hidung dikungkung mendung
Tak terbendung
Udara tak lagi bersahaja
Semua karena ulah makhluk bernama manusia

PS. Puisi ini pernah dikirim untuk lomba tapi kalah. Inilah potret puisi tak layak ikutan lomba :D. Bukan karena itu tapi emang saingannya banyak dan ngeri-ngeri hihi..

Wajah Mendung

0

Posted by Unknown | Posted in

Hitam kelam
Gelap gulita tiada cahaya
puing-puing kehancuran berserakan
terjerembab dilembah kehidupan
dekat dengan kebinasaan
mendung menggantung dilesung
berkabung...
hujan tangis tak terbendung

Pelangi Puisi

0

Posted by Unknown | Posted in

Warna warni menari nari
Hiasi taman hati
Mimpi mimpi menapaki pagi
Tinggalkan jejak puisi
Perkosa inspirasi
Demi sambut pelangi berseri-seri

Cinta Ini Untuk Sepi

0

Posted by Unknown | Posted in

Berteman sepi di siang hari
Kutuliskan puisi ini
Setiap hari sepi menyelimuti hati
Hanya buku-buku yang menemani
Kesendirian ini
Cinta cuma datang dan pergi
Dan sejenak menghampiri
Lalu pergi lagi
Saya yakin suatu saat nanti
Cinta kan datang menghampiri
Menemani hati yang dirundung sepi
Yang kan menemaniku sampai mati

Ternyata memang kesepian bisa jadi teman
Dan sekarang saya sedang bercakap-cakap dengan kesepian
Yang bisa menghasilkan tulisan
Berteman sepi sambil menunggu jawaban
Jawaban dari pertanyaan yang tak pernah ku ungkapkan
Dan sekarang saya jatuh cinta dengan kesepian
Karena dia bisa jadi teman
Teman abadi dalam kehidupan
Teman setelah Tuhan
Teman setelah Kawan
Teman setelah buku-buku usang nan sarat pengetahuan

Sepi Jangan Pergi

0

Posted by Unknown | Posted in

Kini sepi tak lagi menghiasi hari
Sepi tlah merapat ke tepian hati
Dan berlari menemui sunyi

Oh... sepi sampai kapan kau pergi
Akankah kau kembali lagi
Menghampiri hati secerah mentari pagi
Sepi... kunanti kau kembali disini

Meski telah datang pengganti sepi
Yang setia menemani
Tapi.. aku tak inginkan kau pergi
Aku berharap engkau tidak pergi lagi
Tetaplah disini menemani
Karena engkaulah sumber inspirasi