Hitam kelam
Gelap gulita tiada cahaya
puing-puing kehancuran berserakan
terjerembab dilembah kehidupan
dekat dengan kebinasaan
mendung menggantung dilesung
berkabung...
hujan tangis tak terbendung
Warna warni menari nari
Hiasi taman hati
Mimpi mimpi menapaki pagi
Tinggalkan jejak puisi
Perkosa inspirasi
Demi sambut pelangi berseri-seri
Kini sepi tak lagi menghiasi hari
Sepi tlah merapat ke tepian hati
Dan berlari menemui sunyi
Oh... sepi sampai kapan kau pergi
Akankah kau kembali lagi
Menghampiri hati secerah mentari pagi
Sepi... kunanti kau kembali disini
Meski telah datang pengganti sepi
Yang setia menemani
Tapi.. aku tak inginkan kau pergi
Aku berharap engkau tidak pergi lagi
Tetaplah disini menemani
Karena engkaulah sumber inspirasi
Pucat pasi jari jemari
Tiada desir mengalir
Diiris tak meringis
Dihajar tak memar
Dibakar api tetap kekar
Makan langit pahit
Minum air getir
Makan angin dingin
Minum es darah menetes
Menelan ludah wajah memerah
Rasaku belum mati
Tapi rasa ini benar-benar pergi
PS. Puisi ini asal banget gabungin kata meskipun gak nyambung. Tapi saat di mobil berangkat kerja. Ide ini lewat. Ya udah langsung dicatat.