Gaza Gagah Perkasa
Ada bulir haru melihat rupa Gaza
Porak poranda oleh bangsa kera
Luka, derita, nestapa tak lelah mendera
Gaza...
Masihkah kau gagah perkasa?
Tetap berjuang demi Palestina merdeka
Jangan kau biarkan desing peluru membabi buta
Lawan mereka!
Dengan senjata apa adanya
Dengan kekuatan yang tersisa
Tak surut doa untuk para syuhada
Tak berhenti kami mendo'a untuk damainya Gaza
Semoga...
Kau dengar ceracau pucukpucuk hijau
Kicau burung bangau
Harimau bersenda gurau
Katak berteriak
Anjinganjing menyalak
Rumput meringis terinjak
Jangkrik ngerik bergidik mendelik
Terusik kakikaki berisik
Desau senapan angin merobek pulau
Mereka galau
Merintih dengan suara sengau
Panas membara bakar milyaran jiwa
Gletser berubah wujud tenggelamkan nyawa
Pinguin berduka kehilangan suaka
Dunia tak lagi bernyawa
Aku rindu pulau hijau itu
Tapi kini memerah parah
Hidung dikungkung mendung
Tak terbendung
Udara tak lagi bersahaja
Semua karena ulah makhluk bernama manusia
PS. Puisi ini pernah dikirim untuk lomba tapi kalah. Inilah potret puisi tak layak ikutan lomba :D. Bukan karena itu tapi emang saingannya banyak dan ngeri-ngeri hihi..
Senyuman mentari pagi menghiasi bumi
Sinarnya mulai menggores langit Timur
Bulu babi mulai berjemur
Nikmati siluet mentari
Semburat emas menari-nari
Menyajikan keindahan alam negeri
Tergerak hati memeluk mentari
Rasakan hangatnya meresap dalam hati
Namun tak sanggup tangan ini menggapainya
Di Pulau Semak Daun
Rumput laut terbangun
Terumbu karang tersenyum
Bola mentari sentuh tangan ini
Semburkan energi tuk raih mimpi
Obati rindu yang tak terperi
Aku dan mentari bersama menelusuri jejak pagi
Hiasi hati yang tak akan meredup lagi
Berseri kembali
terjang badai
sampai mati
nanti
PS. Ini juga pernah diikutkan lomba blogfam tapi kalah juga :D